Minggu, 07 November 2010

Sebagian Jakarta akan HILANG dari peta














Sebagian kota akan terendam pada tahun 2030, itulah fakta yang mungkin terjadi berkaca pada kejadian baru baru ini. Setelah jalan RE Martadinata yang amblas sepanjang 103 m, mungkin saja daerah lain ikut terkena imbas atas masuknya air laut ke daratan Jakarta. Hutan mangrove / bakau yang seharusnya mampu menahan abrasi air laut kini hanya tersisa 15% saja dari semula, ini membuat Jakarta harus bersiap untuk tahun tahun mendatang akan datangnya banjir.

Selain itu hilangnya daerah resapan air tanah di Jakarta ,memperparah keadaan dimana daerah itu justru tergantikan oleh banyaknya pusat perbelanjaan dan mall berjumlah ratusan yang berdiri tanpa memperdulikan daerah resapan. Kini setiap kali hujan besar yang berdurasi 2 jam atau lebih membuat jalan-jalan tergenang air lebih dari 10 cm, banyaknya saluran air yang saling tumpang tindih dengan kabel galian serta sampah yang menghambat pergerakan air membuat saluran tidak berfungsi baik. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki saluran air tersebut sehingga tidak menimbulkan banjir saat hujan. Ironis sekali jalan jalan ibukota seperti Jakarta selalu tergenang banjir saat hujan dan menimbulkan kemacetan dimana-mana, bagaimana dengan provinsi lain jika lingkungan ibukota tampak sulit terurus.

Masyarakat seharusnya ikut bertanggung jawab dalam menjadi kebersihan lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan ,ini sangat diperlukan menengok sampah rumah tangga yang paling banyak mendominasi di Jakarta . Jika ketidak pedulian kita akan hal yang sepele seperti membuang sampah terus terjadi ,bukan tidak mungkin tahun 2030 mendatang kita harus meninggalkan Jakarta karena banjir yang berkepanjangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar