Baru-baru ini kita sering mendengar adanya wacana tentang rencana pemerintah pusat untuk membangun sebuah jembatan megah. Mega proyek itu adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Dimana 100 triliun rupiah akan di gelontorkan untuk membangun jembatan diatas selat Sunda itu.
Rencana ini kabarnya akan terealisasi pembangunannya antara 3-4 tahun lagi. Melihat suksesnya pembangunan jembatan Suramadu , yang menjadi topik perbincangan atas kinerja pemerintah yang cukup baik dalam membantu masyarakat setempat.
Disatu sisi rencana pembangunan yang disambut baik oleh beberapa kalangan masyarakat ini, dinilai kurang relevan ,melihat kinerja pemerintah dalam melakukan perawatan atas hasil pembangunan infrastruktur yang sudah-sudah. Lihat saja banyak jalan lintas provinsi yang keadaaannya cukup memprihatinkan. Jalan trans Kalimantan contohnya yang hanya bertahan beberapa bulan saja, sisa nya kembali rusak bahkan sebagian ada yang belum tersentuh pembangunan sama sekali ,dimana jalan masih berbentuk tanah merah yang berkelok kelok. Sebaiknya pemerintah mengkaji ulang rencana ini, dan berfokus pada perbaikan sarana dan prasana di daerah, baru kemudian silakan berencana membuat mega proyek sesuai dengan kebutuhan. Selain itu hutang Indonesia yang mencapai 1,5 kuadriliun saat ini , akan ikut bertambah jika harus mendanai mega proyek ini.