Di Negeri Kincir angin itu sampah punya riwayat panjang . Sampai dengan abab 17 , penduduk belanda masig saja sesuka hati melempar sampah di mana saja.
Diabad berikutnya, sampah mulai menimbulkan penyakit , sehingga pemerintah menyediakan tempat pembuangan sampah .
Abad 19 , sampah masih dikumpulkan di beberapa tempat saja , bukan oleh penduduk yang membuangnya tapi oleh petugas kebersihan yang mengambil ke rumah rumah penduduk. Kondisi pengelolaan sampah di belanda saat itu, adalah yang terjadi saat ini di Indonesia. Di abad 20 sampah yang terkumpul tidak lagi di timbun melainkan dibakar. Pada abad 21 pemebakaran sampah lebih modern mulai diterapkan . Teknologi itu memungkinkan pembakaran tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.
Agar tidak menyulitkan , sebelum dibakar sampah mesti dipilah pilah terlebih dahulu dari sejak di rumah. Hanya yang tidak membahayakan kesehatan saja yang tidak boleh di nbakar. Sampah yang memproduksi gas beracun jika dibakar harus diamankan terlebih dahulu. Selain bisa menggurangi sampah, ternyata pembakaran bisa menghasilkan listrik. Bila dihitung , jumlah sampah yang dihasilkan di belanda lumyan besar . Sekitar 57,3 ton per tahun sudah termasuk sampah rumah, industri , pertaniaan dan yang lainnya.
BAHAN CAMPURAN ASPAL
Berdasarkan panduan yang telah disepakati , urutan pengelolaan sampah meliputi prevensi , daur ulang dan pembakaran. Yang termasuk prevensi adalah membawa tas plastic yang bisa dipakai ulang saat berbelanja, membeli baterai yang bisa diisi ulang dan pendidikan tentang kebersihan di sekolah . Sedangkan yang termasuk daur ulang adalah memisahkan sampah kertas , beling, tekstil dan baterai . Sampah biologis dijadikan kompos ,tekstil bekas disumbangkan ke negara berkembang sedangkan baterai akan dikarantina karena polusinya paling besar.
Terakhir pembakaran sampah dilakukan terhadap samapah yang sudah dipilah sebelumnya. Jadi ini tidak akan menimbulkan gas beracun . Pembakaran ini menghasilkan energi, metal, dan bahan campuran aspal .Limbah sangat sedikit , hanya sekitar 0,4% dari seluruh volume sampah , sehingga bisa dikatakan seluruh sampah telah dimanfaatkan ulang.
Supaya pengelolan berjalan baik , penduduk belanda bukan Cuma dituntut kewajibannya tapi juga difasilitasi leh pemda dengan meminjami 2 buah tong sampah , sampah biasa dan sampah biologi. Penduduk memilah sendiri sampah di rumah masing-masing. Mereka memang sudah memiliki kesadaran ekologi yang tinggi . Kareana kesedian memilah sampah itu , maka mereka mendapat pengurangan biaya pajak sampah.
Selain listrik , Pusat pembakaran sampah juga menghasilkan produk sampingan yaitu uap air misalnya yang memutar turbin dan dengan generator menghasilkan listrik itu , masih punya panas setara 20 megawatt yang dimanfaatkan untuk menghangatkan rumah saat musim dingin melalui pipa gas.
Bisa kah cara-cara Belanda dalam mengelola sampah ditiru dan diterapkan di Indonesia ? Tentu bisa, asal pemerintah dan penduduk serius menangani masalah sampah. Dan mendukung program tersebut.
Sumber : INTISARI
Selasa, 29 Desember 2009
Kamis, 03 Desember 2009
Mengubah image menjadi matriks dengan Menggunakan MATLAB
Citra dapat dikelompok :
- Citra 2D : citra dgn fungsi kontinue dari intensitas cahaya pada bidang 2D.
- Citra 3D : citra yg terletak pada koordinat world 3D (ruang).
- Citra diam : citra tunggal yg tdk bergerak. “Still image”
- Citra bergerak : rangkaian citra diam yg ditampilkan secara sekuensial.
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
- optik : foto,
- analog : sinyal video spt gambar pd monitor televisi,
- digital : dpt disimpan pd pita magnetik.
Citra ada 2 macam :
•Citra Kontinue : dihasilkan dari sistem optik yg menerima sinyal analog.
Contoh : mata manusia, kamera analog
•Citra Diskrit/Citra Digital : dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap
citra kontinu. Contoh : kamera digital, scanner.
Pengolahan Citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia/mesin (komputer). Teknik-teknik pengolahan citra mentransformasikan citra menjadi citra lain yg mempunyai kualitas lebih baik.
Pada tulisan kali ini akan membahas secara sederhana konversi gambar menjadi matriks dengan menggunakan MATLAB.
Apakah MATLAB itu ?
Pemrograman MATLAB adalah sebuah bahasa high-peformance untuk komputasi teknis. MATLAB merupakan singkatan dari Matrix Laboratory. MATLAB mengintegrasikan perhitungan, visualisasi dan pemrograman dalam suatu lingkungan yang mudah digunakan dimana, permasalahan dan solusi dinyatakan dalam notasi secara matematis yang dikenal umum. Pertama MATLAB dapat digunakan sebagai kalkulator ilmiah. Berikutnya dengan MATLAB memungkinkan Anda untuk memvisualisasi data dalam berbagai cara, melakukan aljabar matriks, bekerja dengan polinominal data fungsi integrasi. Seperti dalam sebuah kalkulator yang dapat diprogram, Anda dapat menciptakan, mengeksekusi, dan menyimpan urutan perintah sehingga memungkinkan komputasi dilakukan secara otomatis.
Pada tulisan kali ini, penulis akan menjelaskan cara menampilkan sebuah citra atau image sebagai matriks menggunakan Matlab. Sebagai contoh penulis akan menggunakan sebuah gambar dengan format jpg.

Image diatas berukuran 170 x 136 yang berarti image tersebut terdiri dari 170 kolom dan 136 baris pixel. Jadi total keseluruhan image tersebut terdiri dari 23120 pixel, dan tiap pixel tersebut merupakan perpaduan dari 3 warna utama .
Warna (Color)Warna : persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek.
Warna-warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia merupakan kombinasi cahaya dengan panjang berbeda. Kombinasi yang memberikan rentang warna paling lebar adalah red (R), green(G)dan blue (B).
Untuk melakukan hal tersebut tidaklah sulit, karena kita hanya membutuhkan 2 baris sintak yang akan dituliskan pada program MATLAB, berikut adalah sintaknya:
>> c=imread( ‘1.jpg’ , ’jpg’ );
>> asci=uint8(c)
Sintax ‘imread’ itu digunakan untukmembaca image yang akan kita konversi menjadi matrik, dan biasanya image tersebut disimpan didalam folder work di instalasi program MATLAb kita (c: \Program Files\MATLAB71\Work). Sedangkan perintah ‘asci=uint8(c)’ digunakan untuk mengubah string menjadi bilangan biner agar bisa menampilkan matrik pada masing-masing RGB nanti. Berikut adalah gambar saat penulis memasukan sintax diatas dalam MATLAB:

Tampilan ‘asci( : , : , 1 ) =’ itu maksudnya adalah menampilkan komposisi matrik warna MERAH dari gambar tersebut.

Sama seperti yang diatas tampilan ‘asci( : , : , 2 ) =’ ini untuk menampilkan matrik warna HIJAU.

Yang ini menampilkan komposis martik warna BIRU dari gambar tersebut.
- Citra 2D : citra dgn fungsi kontinue dari intensitas cahaya pada bidang 2D.
- Citra 3D : citra yg terletak pada koordinat world 3D (ruang).
- Citra diam : citra tunggal yg tdk bergerak. “Still image”
- Citra bergerak : rangkaian citra diam yg ditampilkan secara sekuensial.
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
- optik : foto,
- analog : sinyal video spt gambar pd monitor televisi,
- digital : dpt disimpan pd pita magnetik.
Citra ada 2 macam :
•Citra Kontinue : dihasilkan dari sistem optik yg menerima sinyal analog.
Contoh : mata manusia, kamera analog
•Citra Diskrit/Citra Digital : dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap
citra kontinu. Contoh : kamera digital, scanner.
Pengolahan Citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia/mesin (komputer). Teknik-teknik pengolahan citra mentransformasikan citra menjadi citra lain yg mempunyai kualitas lebih baik.
Pada tulisan kali ini akan membahas secara sederhana konversi gambar menjadi matriks dengan menggunakan MATLAB.
Apakah MATLAB itu ?
Pemrograman MATLAB adalah sebuah bahasa high-peformance untuk komputasi teknis. MATLAB merupakan singkatan dari Matrix Laboratory. MATLAB mengintegrasikan perhitungan, visualisasi dan pemrograman dalam suatu lingkungan yang mudah digunakan dimana, permasalahan dan solusi dinyatakan dalam notasi secara matematis yang dikenal umum. Pertama MATLAB dapat digunakan sebagai kalkulator ilmiah. Berikutnya dengan MATLAB memungkinkan Anda untuk memvisualisasi data dalam berbagai cara, melakukan aljabar matriks, bekerja dengan polinominal data fungsi integrasi. Seperti dalam sebuah kalkulator yang dapat diprogram, Anda dapat menciptakan, mengeksekusi, dan menyimpan urutan perintah sehingga memungkinkan komputasi dilakukan secara otomatis.
Pada tulisan kali ini, penulis akan menjelaskan cara menampilkan sebuah citra atau image sebagai matriks menggunakan Matlab. Sebagai contoh penulis akan menggunakan sebuah gambar dengan format jpg.
Image diatas berukuran 170 x 136 yang berarti image tersebut terdiri dari 170 kolom dan 136 baris pixel. Jadi total keseluruhan image tersebut terdiri dari 23120 pixel, dan tiap pixel tersebut merupakan perpaduan dari 3 warna utama .
Warna (Color)Warna : persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek.
Warna-warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia merupakan kombinasi cahaya dengan panjang berbeda. Kombinasi yang memberikan rentang warna paling lebar adalah red (R), green(G)dan blue (B).
Untuk melakukan hal tersebut tidaklah sulit, karena kita hanya membutuhkan 2 baris sintak yang akan dituliskan pada program MATLAB, berikut adalah sintaknya:
>> c=imread( ‘1.jpg’ , ’jpg’ );
>> asci=uint8(c)
Sintax ‘imread’ itu digunakan untukmembaca image yang akan kita konversi menjadi matrik, dan biasanya image tersebut disimpan didalam folder work di instalasi program MATLAb kita (c: \Program Files\MATLAB71\Work). Sedangkan perintah ‘asci=uint8(c)’ digunakan untuk mengubah string menjadi bilangan biner agar bisa menampilkan matrik pada masing-masing RGB nanti. Berikut adalah gambar saat penulis memasukan sintax diatas dalam MATLAB:
Tampilan ‘asci( : , : , 1 ) =’ itu maksudnya adalah menampilkan komposisi matrik warna MERAH dari gambar tersebut.
Sama seperti yang diatas tampilan ‘asci( : , : , 2 ) =’ ini untuk menampilkan matrik warna HIJAU.
Yang ini menampilkan komposis martik warna BIRU dari gambar tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)